Mencari Sosok Dai Data

Rencana “menjual” sang ustad mengemuka dalam rapat pemilihan calon ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di lingkungan rumah saya. Fenomena ustad Abdul Somad (AS) yang viral di media sosial membuat beberapa jemaah terpicu untuk lebih semangat dalam berdakwah. Kami punya tiga ustad dan satu diantaranya yang paling muda akan menjadi sosok yang akan dipentaskan. Belum selesai bicara strategi dan media yang akan dipilih sang ustad menolak dengan halus. Sepertinya dia belum siap menjadi selebgram atau selebmed atau seleb lainnya yang berkibar di dunia maya.

Seorang teman menjelaskan teknis penayangan ceramahnya. Begini ustad “soal materi ustad kan sudah tidak masalah, stok bahan banyak, soal syuting, kamera, yutup, teknis animasi, sound, filler, bumper hingga nge”render”nya itu urusan kami. Pokoknya ustad tinggal ceramah seperti biasa, sisanya kami yang bereskan” ujarnya semangat. Diberondong istilah-istilah teknis seperti itu sang ustad menyerah. Demi menyebarnya dakwah dan kebaikan untuk umat silahkan, kata beliau, Insya Alah siap, takbir Allahuakbar.

numpang 193.jpg

Pindah ke ruang rapat yang lain, sebuah diskusi kecil digelar untuk mencari format baru bagaimana menjual BPS kepada masyarakat. Sebelumnya saya beberapa kali tersentak mendengar kesalahan sebut BPS menjadi BPJS. Kalau kesalahannya cuma salah sebut sih tidak masalah. Bayangkan ketika kita sedang melakukan sosialisasi kegiatan Sensus Ekonomi misalnya di sebuah wilayah yang dihadiri aparat desa setempat plus masyarakatnya. Lalu ketika dibuka sesi tanya jawab, yang pertama ditanya justru apakah kartu BPJS nya bisa diperpanjang jika sudah dua bulan telat bayar. Mati lampu dah. Ini yang salah narasumbernya atau memang si penanya gagal fokus sejak awal. Alamak.

Sebuah usulan nakal muncul. Karena jaman kekinian maka tentu saja media sosial menjadi pilihan pertama. Murah meriah, akses internet berlimpah, dan cepat viral. Untuk proyek dengan modal cekak, ini menjadi pilihan utama. Lalu seperti apa usulannya. Mengambil pelajaran dari ustad AS sepertinya bisa juga ditampilkan seorang “Penceramah Data” dengan gaya kocak, bernuansa lokal dan ahli dalam retorika. Soal materi BPS punya stok berlimpah, ada PDB, IPM, Inflasi dan sederet data tenar lainnya. Tinggal menciptakan ramuan penampilan apa yang paling cocok. Soal penampilan sang “Dai Data”, belajar dari AS ini bukanlah masalah utama.

Seorang teman meragukan soal penampilan sang calon presenter. Teman ini termasuk generasi jaman old. Baginya presenter data itu kudu cantik dan memikat. Itu daya tarik utama teriaknya semangat. Yang lain menimpali, kalaupun tidak cantik harus gagah, jantan dan lelaki banget ujarnya sambil tersenyum. Saya menangkap nuansa kegelian ketika dia mengucapkan itu. Rapat berjalan panas, riuh rendah dengan beragam usulan. Utamanya tentang siapa tokoh yang akan menjadi pemeran utama. Siapa gerangan yang akan menjadi Duta Data tersebut. Apakah harus S2 luar negeri? Apakah harus fasih berbahasa Inggris? Menguasai statistik secara kaffah? Atau bisa seseorang biasa saja seperti profil ustad AS di atas.

numpang 1059

Satu hal terlupakan. Orang-orang dibalik panggung. Untuk kasus Duta Data ini sangat diperlukan sebuah tim yang jago mempersiapkan materi, penulis skenario, kameramen handal, ahli animasi, ahli infografis, dan tentu saja dia punya naluri seniman sejati. Tim inilah yang akan mengemas seperti apa jadinya tayangan ceramah data ini nantinya. Perlu skenario yang kuat karena pemirsanya nggak butuh data. Apalagi sering salah sebut BPS menjadi BPJS. Sampai disini membayangkannya saja sudah mules. Tapi sebagai sebuah ide gila di awal tahun baru ini barangkali perlu kita diskusikan lebih lanjut. Yuk kita ngupi bareng. Selamat pagi Jakarta. Barakallah.

03/01/2018
Pukul 07.20

#tulisanEO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s