Romantika Tugas Daerah dan Ketinggalan Pesawat

Sebagian teman daerah mengganggap bekerja di kantor pusat itu menyenangkan. Padahal saya mengganggap sebaliknya. Jadi orang daerah itu yang menyenangkan. Bayangkan ada teman saya yang dari rumah ke kantor cuma sepuluh menit. Di Jakarta? Bisa. Anda harus kost disekitar Pasar Baru. Seratus meter dari kantor pusat. Hal yang menyenangkan di kantor pusat itu cuma penugasan ke daerah. Sisanya sama. Bisa keliling Indonesia naik pesawat. Berasa jadi orang kaya. Berasa aja enak apalagi beneran. Ups mulai lebay.

Salah tiga kebiasaan saya “dulu” waktu tugas daerah adalah membawakan oleh-oleh buat teman saya yang menjemput ke bandara. Dulu lazim ada jemputan. Sekarang? Masih sih. Nah siapapun yang menjemput akan mendapat oleh-oleh saya seperti donuts atau lainnya. Senang aja rasanya bisa membawakan sesuatu yang tidak dijual di daerahnya. Hal ini memang saya sengajakan. Ingat almarhum ibu yang senang dibawakan mangga harum manis dari Jakarta. Di Padang, dulu itu buah langka dan mahal tentunya.

Yang kedua, saya selalu mengumpulkan tiket perjalanan. Dulu tiket masih berupa lembaran kertas. Ada cover warna warni hingga isi dalamnya berupa kertas copian berwarna merah muda berisi tanggal, boarding time, dan seat number. Tak ada maksud dan tujuan. Hanya buat koleksi saja. Atau ada rasa sombong yang mungkin sedikit terselip. Jika ada teman berkunjung ke kantor maka kolesi tiket dipamerkan. Halah, lebay dot com.

Terus yang ketiga, setiap kunjungan tugas daerah saya pastikan akan membeli koran lokal. Dulu saya bertugas di bagian neraca. Saya harus banyak membaca hal-hal terkait ekonomi makro dan fenomena yang berhubungan dengannya. Dengan membaca issu terkini, bahan mengajar saya lebih berwarna. Ibarat kuliner, ada sentuhan atau bumbu lokalnya. Jurus sederhana ini cukup memicu rasa takjub para peserta pelatihan. Kok pak Eko tau ya. Atau yang ini gue suka!. Wajah mereka mengisyaratkan itu. Lebay lagi.

Apalagi ya?. Oh ya kaos bernuansa lokal. Kudu ada tulisan love daerahnya. Atau ada bahasa lokalnya. Pokoknya kaos buatan lokal dengan ciri khasnya. Biasanya dijual di tempat wisata. Ketika terjadi konflik merah hijau di Maluku dulu, malam hari saya tetap nekad mencari kaosnya. Jam sembilan malam saya mengitari kota Ambon yang dijaga ketat tentara, dan akhirnya dapat disebuah toko yang hampir tutup. Hal ini juga saya alami di Ternate Maluku Utara. Saat terjadi erupsi gunung si Gamalama, saya lari dari satu toko ke toko lainnya. Kaos yang diidamkan berhasil dikejar. Lebay tingkat dewa.

Peristiwa lain yang masih terkait dengan pernak pernik perjalanan daerah adalah ketinggalan pesawat. Saya terkenal dengan Mister Injury Time. Jangan dicontoh. Tidak untuk dipraktekkan di rumah. Untuk urusan pesawat ada baiknya anda bersiap tiga atau empat jam sebelum boarding. Itu buat Jakarta. Daerah menyesuaikan. Suatu saat saya ditugaskan ke BPS Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah. Bersama om Margo Yuwono, Kepala BPS Propinsi Jawa Tengah yang penuh inovasi itu. Ketika saya check-in beliau sudah duduk manis di pesawat.

Konter check-in sudah ditutup. Dengan dalih saya membawa pesan penting buat Gubernur Kalteng, kru darat Garuda akhirnya membolehkan saya naik pesawat. Saya diantar sambil berlari. Di atas pesawat om Margo melengos ketika saya melewati kursinya. Mungkin dia merasa malu punya teman seperti saya. Ketika saya transit di Bandara Juanda Surabaya terjadi hal yang sama. Berkali-kali pengumuman dikumandangkan untuk memanggil nama saya dan om Margo. Kali ini semua penumpang buang muka ketika kami berlari kecil masuk pesawat. Sangat lebay. Vagee Jakarta.

12/04/2017
Pukul 06.55

#tulisanEO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s