Pak Tua Passer Baroe

Sepengetahuan saya iklan paling menyentuh hati banyak diproduksi di Thailand. Jadi bukan hanya di sepak bola, di iklanpun kita kudu mengejar level negeri gajah putih itu. Bergeser ke iklan video motivasi maka Korea dan Thailand saling berebut posisi teratas. Setidaknya itu menurut mbah Google. Tidak percaya? Ketik dan search saja hal dimaksud.

Kalau kita jeli sebenarnya, disekitar kita banyak sekali hal-hal kecil yang menyentuh jiwa. Tidak perlu nonton videonya di yutupan. Ini salah satunya. Usianya sudah cukup sepuh. Badannya kerempeng. Gigi sudah banyak yang copot. Celananya mirip pelawak alm Jojon. Proporsi celana lebih panjang dibanding baju. Alhasil ikat pinggang nyaris menyentuh ulu hati.

Setiap pagi si kakek udah tampil rapi. Baju dimasukkan ke dalam celana. Selalu memakai topi sponsor. Salah satunya topi Sensus Ekonomi 2016, entah darimana dia mendapatkan. Mungkin si kakek terkena acara sosialisasi yang gegap gempita dilakukan BPS di awal tahun ini. Profesinya Timer (dibaca Taimer) alias tukang catat antrian bajaj yang mangkal. Lokasi gaweannya di depan pintu masuk Passer Baroe.

Tak ada yang menarik dari profesi si kakek tua. Karena tidak terlalu ramai, abang bajaj antri dengan tertib. Tak ada teriakan maju mundur atau lainnya. Dia hanya menanti si penumpang datang, nego dan naik. Biasanya kalau sudah mau jalan si abang bajaj akan memberi tips. Demikian juga bus-bus yang sempat menaikkan penumpang di daerah kekuasaan sang kakek. Karena kurus gerakannya cukup lincah. Mengejar kenek yang melambaikan tips tidaklah masalah. Setengah berlari dengan sigap dia akan menangkap lembaran dua ribuan yang disorongkan si kenek. Setelah itu dia hanya menunggu.

Untuk membunuh jenuh (mungkin) si kakek mengisinya dengan kegiatan yang menarik fokus saya kali ini. Tanya kenapa?. Wilayah kerja si kakek tadi mulai dari pintu keluar belok kiri arah Gunung Sahari hingga jembatan penyeberangan. Samping kiri berbatasan dengan trotoar. Sebelah kanan pastilah jalan raya.

Ketika antrian sepi si kakek akan mengambil sapu lidi dan mulai membersihkan selokan kecil pembatas trotoar dan aspal jalan. Jika banyak endapan pasir, dia akan menyungkil dengan bilah bambu atau ranting. Tanah endapan akan dibawa ke trotoar untuk menutupi selipan konblok yang tergerus karena arus air. Begitu seterusnya hingga saluran air tersebut rapih jalih dan clear dari rumput dan sampah.

Sementara itu celah antar konblok sudah tertutup pasir. Memang areal tersebut tidaklah luas. Tapi ketekunan dan keasyikan dia bekerja tersebut yang membuat saya tertegun. Tak ada gurat kecewa, keluhan, tapi tak ada juga senyum gembira. Biasa saja. Hanya tangannya saja yang lihai mengorek-ngorek. Cungkil, kumpulkan, angkut dan timbun. Begitu berulang. Mungkin karena ompong gurat senyumnya tersembunyi dibalik kuluman bibirnya.

Apa hikmahnya? Kalau bukan karena ikhlas tidaklah mungkin dia mau membersihkan jalanan tersebut tanpa mendapat upah. Dari atas jembatan penyeberangan saya mengamati dan mengambil beberapa shoot video. Sebagai bahan diskusi buat ananda di rumah. Tak perlu jauh mencari video motivasi. Banyak orang-orang hebat disekitar kita. Tapi karena kurus dan kerempeng mereka bukanlah bagian dari salam super kita. Mereka hanya butiran debu. Tak perlu teori berat untuk menarik simpul. Bersemangatlah membuat kebajikan hingga usia tak lagi berjatah. Pagi ini saya tidak melihat sosoknya. Mudah-mudahan esok pagi dia muncul kembali. Mengisi relung hati ini dengan semangat tak kenal lelahnya. Terima kasih pak tua.

Passer Baroe (221216)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s