Dilema Edaran Jam Kerja Baru

Jam bergerak ke angka 5.15. Persiapan rutin harus dilakukan. Jaket yang tergantung dibalik pintu langsung disambar dan dikenakan. Otomatis jemari tangan kanan merosok saku kanan jaket, memastikan kartu masuk commuter line masih pada tempatnya. Tas, HP, powerbank, sepatu sendal gunung siap 86. Jam tangan melingkar manis di tangan kanan. Terakhir cincin buat si jari manis siap dipasang. Begitu urutannya, sesuai SOP.

Sekelabat terdengar bunyi gemuruh hujan dari langit. Begitu cepat, begitu deras. Alhamdulillah. Rahmat Allah turun bersama sang hujan. Kudu cepat-cepat memanjatkan doa kepada Allah. Sambil mengusap muka tanda syukur, mencoba mengintip lewat jendela. Menakar seberapa deras hujan pagi ini. Bisakah ditempuh hanya bermodalkan jas hujan seharga 10 rebu yang dijual di stasiun?.

Ternyata cukup deras. Kalkulasi sederhana langsung dilakukan. Dalam kondisi sepi Sawangan Depok cukup 15 menit. Paling lama 20 menit mendarat di parkiran motor Depok Lama. Syaratnya berangkat habis shubuh. Dengan perkiraan Depok Juanda 50 menit, maka maksimal berangkat dari stasiun depok Lama adalah 6.15. Estimasi sampai stasiun Juanda 7.05 atau lebih sedikit (terkadang kereta tertahan di Gambir-musim limbur). Masih ada kesempatan buat jalan kaki. Jam masuk kantor 7.30.

Waktu berjalan. Hujan ternyata konsisten deras. “Biasanya sih kalo deras begini, sebentar bi” kata si umi, mencoba menghibur, sambil tersenyum tentunya. Mudah-mudahan, aaminn sahut saya.

Deg…seketika teringat surat edaran jam kerja yang mulai berlaku hari ini. Wow alhamdulillah. Kalo datangnya telat 5 menit, kita harus pulang lebih 5 menit dari biasanya. Sebagai kompensasi atas keterlambatan. Alhamdulillah. Selalu ada peluang disamping tantangan hujan yang sedang berlangsung.

Seakan tau umatnya sedang berharap hujan reda, usai mengucap hamdalah hujan berangsur reda dan akhirnya berhenti. Alhamdulillah. Cap cus langsung berangkat.

Sebagai wujud syukur, di bagian depan terowongan stasiun saya membeli 2 buah roti dari abang-abang seharga 2.500 per buah. Pingin rasanya membeli lebih, he he takut yang lain nggak kebagian. Ya Allah ampunkanlah atas kekikiranku hari ini. Sambil menyerahkan uang lima ribuan saya doakan jualan si abang laku dan berkah buat keluargnya… Kompensasi dari kekikiran? mudah-mudahan ikhlas…aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s