21/04/2017, Pukul 06.30, #tulisanEO

Seorang sahabat bertanya. Ada apa dengan 6.30 pagi? Nyaris setiap hari. Kok selalu jam segitu? Lalu saya jawab. Buat mengisi waktu luang saja mbak. Dia menanyakan itu di kolom komentar facebook saya terkait dengan tayangan status saya di pagi hari. Sejatinya tidak selalu pagi. Sesekali siang atau sore. Tapi rasanya apa-apa kok enaknya dimulai dari pagi ya. Jadi ingat pepatah. Rezeki orang bangun kesiangan bakal dipatok ayam.

Ada sebuah kebiasaan yang menurut saya baik yang dilakukan setiap bangun pagi. Minum air putih, sambil melafazkan doa-doa kepada Allah. Tentu saja kalimat pertama adalah “ya Allah jadikan air putih ini sebagai sebaik-baik obat, jauhkan aku dan keluargaku dari segala macam penyakit. Bismillahirrahmanirrahiim, air yang sudah disiapkan si ummi tadi tandas. Mungkin karena dituang oleh tangan penuh sayang dan diminum karena cinta kepada Allah, sampai hari ini Insya Allah kami dan keluarga dalam keadaan sehat-sehat saja. Mohon doanya.

Minum air putih saja? Langsung sehat? Ya enggaklah. Rentetannya panjang. Jaga pola makan. Rendang? ndak masalah. Istirahat, olahraga dan tentu saja selalu menjaga hati dan pikiran senantiasa dalam track positif. Contohnya setelah minum air putih saya langsung ke kamar mandi. Di sudut kiri ada kaca dan tempat sabun. Menoleh ke kaca saya langsung memasang senyum termanis. Dibarengi doa dalam hati, terima kasih dan syukur kepada Allah, masih diberi hidup dan kesehatan hingga hari ini. Senyum itu merubah mood saya. Energi positif mengalir.

Pulang dari masjid diskusi pendek dengan si abang. Semacam one day one topiklah. “Ada kuliah hari ini nak?, ban motor udah botak tuh, kapan mau diganti?. Si abang menjawab santai “tergantung abi saja, maksudnya kalo udah ngasih uang”. Ups, dan diskusipun ditutup. Memakai jaket, helm, topi, kacamata, dompet, dan terakhir mengecek HP. Takut ada perintah mendadak atau pesan penting di pagi buta. Di tengah kepungan dunia medsos orang humas kudu standby 24 jam. Idealnya begitu. Kami belum. Sumber daya manusia terbatas. Alasan untuk sebuah pembenaran.

Perjalanan dari Sawangan ke stasiun Depok Lama memakan waktu 20 menit saja. Kereta balik dari Dipo pukul 5.56 menit. Jika beruntung dapat posisi strategis. Nyender sambil membaca dan membalas wa atau menuliskan kisah-kisah lama yang lewat di kepala. Sesekali tentang kebaikan-kebaikan yang sempat terekam plus cerita sahabat baik yang pantas untuk di share. Bukan untuk ghibah tapi untuk memantik inspirasi bagi yang suka. Dan jika sudah tayang itu tandanya perjalanan sudah sampai di stasiun Juanda. Selamat pagi Jakarta.

21/04/2017
Pukul 06.45

#tulisanEO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s